Introduction
Waktu itu gw ikut session sama salah satu financial planner (yg selanjutnya gw sebut FP) di Jakarta.
One of topic yang bikin rame adalah asuransi. Berikut ini summary kecil kenapa itu jadi rame.
'Kadang kita beli asuransi tanpa tau apa benefit sebener-benernya. (taunya cuma yang di bilang sama agentnya)
or bahasa langsungnya, ga tau cara baca polisnya'.
Sebenernya kenapa sih kita butuh / beli asuransi?
Pengalaman gw: bener juga, I don't care about my insurance, gw cuma bayar premi, that's it.
When it comes to 'worst things' such as my baby kebanjiran (thanks God cuma bannya), I don't even know whether it is covered by the insurance or not (banjir). see....
Since then I checked all my policy to see the benefit (and of course compare with cost dong)
Others (menurut si FP itu), coba deh cek uang pertanggungan, uang rumah sakit dll. Does it cover what you need.
Gw suka 1 cerita dia, orang yang tinggal di PI, punya asuransi yang bayar uang kamar RS nya cuma 200 ribuan.
Question: Untuk lifestyle di pondok Indah, emang dia mau masuk RS yang perharinya 200 ribu?? Meaning her insurance ga ada benefitnya kan buat dia, kecuali kalo dia top up.
So, Does your insurance really cover your needs and is this exactly what you need?
ps. Kalo gw lowong lagi, ntar gw ceritain sessionnya gw sama si FP itu tentang insurance ya... (as usual nanggung
)
Asuransi Pendidikan
Bener!
Maksudnya kl memang berniat untuk mengambil asuransi harus dipahami banget banget maksud yg tersurat dan tersirat ...
Contoh nyata, gw ambil asuransi pendidikan buat anak gw, tp setelah gw pahami lebih dalam (sayangnya dipahami lebih dalam setelah gw resmi ambil tuh asuransi)... Ternyata, yg dicover oleh asuransi pendidikan itu pun ga cukup buat biaya pendidikan anak gw... Ga cukup dlm artian jauhhhhhhhhhhhhh dr cukup. Krn perhitungan biaya pendidikan dr TK sampai S1 akan terus naik seiring inflasi, sementara setoran gw sama aja. Dan kl dihitung2 hasil dr investasi tsb sangat kecil... mending ditabung ke emas yg harganya terus naik....
Tp pikir punya pikir, ya sudahlah, krn gw orang yg sangat ga bisa disiplin dlm menabung, mau ga mau kl pakai asuransi gw dipaksa nabung. Dan gw itung buat asuransi Jiwa aja jadinya.
Somewhere gw baca artikel, jangan ambil asuransi pendidikan. Ambil saja asuransi jiwa (yg biasanya preminya ga gitu gede) dan kemudian sisa uangnya beliin emas. Jd mengcover resiko terjadi dgn asuransi jiwa, tp memenuhi biaya pendidikan dengan investasi di emas.
~Andai kutahu... bila tiba waktuku...
Asuransi
Asuransi kerugian (general insurance) dan asuransi jiwa (life insurance) pada dasarnya cara kerjanya mirip. Ada asuransi utama dan ada rider. Rider itu tambahan cakupan polis sesuai kebutuhan nasabah.
Rider ini macem2 banget jenisnya, tergantung dari kreativitas provider asuransi. Contohnya untuk asuransi jiwa, bisa ada rider utk cover cacat tetap, atau coverage utk kalo gue kehilangan pekerjaan tetap, bakal dibebasin dari bayar premi seterusnya, misalnya.
Atau untuk mobil, ada rider banjir, gempa bumi, riot, dsb. Tentu saja semakin banyak ridernya semakin mahal preminya. Sering kali memang sales asuransi kurang detil dlm memberi penjelasan, shg nasabah merasa 'ditipu'.
Untuk kasus Vera (asuransi pendidikan), gue juga tahun lalu mau ngambil asuransi pendidikan, tapi gue batalin setelah liat produknya kurang fleksibel. Jadinya, gue ambil unit link, di mana porsi investasi gue ambil yg maksimal. Kalo pake unit link ini, gue bisa nambah dana investasi dan ngambil seperlunya jika dibutuhkan (tdk spt asuransi pendidikan yg udah dijatahin sekian % dr pertanggungan utk setiap tahapan pendidikan). Ini cocok untuk investasi jangka panjang, tapi memang kalo disiplin top-up, bisa nggak keliatan hasilnya.
asuransi dengan indeks atau emas ?
Yup, dalam memilih asuransi harus dihitung pula benefit/manfaat saat jatuh temponya. seperti kasus vera dimana nilai asuransi pendidikan saat jatuh tempo nanti dikhawatirkan tidak sesuai lagi dengan kebutuhan saat itu. Saya juga baru ditawari produk asuransi standard dengan uang asuransi 120 juta (cukup besar lah untuk saat ini) dengan masa 15 tahun dengan premi per tahun 4,9 juta, jadi total yang dibayar selama 15 tahun sebesar 73,5 juta.
Tapi... apa artinya nilai 120 juta 15 tahun yang akan datang alias di 2022 ? masih cukup kah beli karimun
Dahulu kalau mau aman, bisa diambil asuransi dengan mata uang USD dimana relatif tidak terimbas inflasi, tapi... exchange rate bisa naik turun, belum lagi liat kondisi perekonomian global khususnya amerika, ngeri pegang dollar dalam jangka waktu lama.
nah di perusahaan asuransi tempat saya bekerja dulu (jiwasraya-bumn) ada produk rupiah dengan indeks, dimana uang asuransinya dikaitkan dengan indeks inflasi. jadi besaran uang premi dan uang asuransi dikaitkan dengan indeks yang berlaku saat itu. yah silahkan browsing/bertanya2 lah bila berminat.
Bagi yang mau berinvestasi dengan emas, mungkin pertanyaan yang pertama muncul, mo simpen dimana ? ya Safe Deposit Box lah, silahkan pilih bank dan tempat yang anda percaya, biaya sewa per tahun antara 500-1juta. selain itu bisa buat simpan surat2 berharga. Masa hari gini masih simpan segala sesuatu di rumah? cape deh kalo kemalingan,kebanjiran,kebakaran.
soale naik motor ajew n rem minimum 
Emas, relatif tidak liquid namun dapat mengimbangi inflasi, dan juga masih bergantung harga pasar alias supply and demand. agustus lalu harganya masih 670 per troy ounce, awal november lalu sempat sampai 850 per troy ounce (www.kitco.com)
Dari sisi produk bisa emas perhiasan (sekalian buat mempercantik diri) atau emas batangan di toko emas (hati2lah memilih toko emas, jangan dapet barang palsu)
Dulu pegadaian bikin koin emas haji, tapi kayanya ga jalan.
Atau logam mulia yang dikeluarkan CIC atau Antam.
CIC lokasinya di daerah glodok sana (ga tau persisnya), serem sih rasanya kalo bawa2 duit ke daerah sono, katanya sih dijual juga di Bank Century (tertentu).
Antam (BUMN) menjual produknya di ujung jalan pemuda, hook dekat kawasan industri pulo gadung. tempat relatif aman karena bentuknya kantor dan bukan tempat umum, tetep aja hati2 dirampok sekeluarnya dari komplek kantor tsb. beberapa kali ke situ sih saya aman2 aja
Pembelian selain cash juga bisa lewat Debit BCA. detail produk liat di www.logammulia.com, ada harga harian juga (kalo mereka mo update/ga fluktuatif)
Oh iya selain harga logam mulianya, kita juga harus bayar ongkos produksi, jadi lebih murah harga total batangan 100 gr vs 2x50gr
-bp-